Blog Sederhana Arek Malang Selatan

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Monday, 11 January 2010

Untukmu Wahai Wanita


TUTUPLAH AURATMU WAHAI WANITA

Islam agama merupakan agama yang sangat mulia, Islamlah yang mengangkat derajat manusia ia memuliakan manusia dengan mewajibkan para wanita untuk menutup auratnya agar selalu mulia wanita itu, dan terjaga kerhormatannya.
Namun banyak wanita yang tidak sadar akan hal ini, temggelam dalam nikmat dunia yang sementara.Ia katakan dirinya islam, namun ia tak mau tahu dengan perintah Islam. Jelas sudah tertulis pada Al-qur'an sebagai pedoman hidup kita dalam surah Al-Ahzab : 59, yang artinya :
" Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak mu dan istri orang-orang mukmin : hendaklah mereka megulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah mahapengampun lagi maha penyayang ."
Sekarang banyak wanita yang tidak mengenal kemuliaan, kehormatan dan kesucian dirinya shingga menjadi wanita yang tidak bermartabat tanpa ada perasaan risih maupun malu.
Ingatlah wahai wanita, bahwa sesungguhnya penghuni neraka paling banyak adalah di golonganmu, sebagai mana sabda Rasul :
"Dua oang dari penghuni neraka yang belum aku pernah melihatnya, seorang kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi dengannya mereka memukuli manusia dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang berjalan berlenggak-lenggok, kepada mereka laksana punuk onta miring mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapat baunya. Dan sesungguhnya bau surga bisa dicium dari jarak sekian sampai sekian."
Banyak pula wanita yang menganggap buka-bukaan dan pamer keindahan tubuh merupakan peradaban modern dan budaya maju. Apa yang sudah terjadi ? sudahkah dunia terbalik sehingga kehidupan yang suci dianggap aib, kehidupan yang terhormat dianggap sikap yang memelukan, kebaikan dianggap keburukan dan cahaya dianggap kegelapan ?
Wahai saudaraku, mari kita bertaubat dan ikutilah perintah Allah dan tundukkanlah pandanganmu dari segala sesuatu yang diharamkan dalam rangka menaati firman Tuhanmu : AN-Nur : 31 yang artinya :
" Jagalah diri kita dari keburukan, jauhkan diri kita dari zina, sesungguhnya lisan berzina dan mata juga berzina."
Sebagaimana sabda Rasulullah:
" Segeralah dalam kebaikan, agar tak tersisa rasa menyesal karena kematian akan datang secara tiba-tiba tanpa janji dan masuk tanpa izin."
Sebagai mana firman Allah dalam surah Luqman : 34 yang artinya :
" Mari bertaubat selagi pintu taubat masih terbuka lebar."

Wahai wanita muslimah.... Mari kita menutup aurat kita.... tunjukkan pada semua bahwa kita adalah wanita muslimah yang taat dan tau aturan agama.

Thursday, 17 December 2009

DO'A AWAL TAHUN DAN FADHILAHNYA

Do'a awal tahun ini hendaknya di baca tiga kali setiap tanggal 1 Muharram pada petang hari

sehabis shalat magrib.

Barangsiapa membacanya, maka Allah akan memberikan perlindungan dan pertolongannya

dari segala macam bencana dan godaan setan.

Sehingga dalam tahun itu akan membawa perubahan,kebahagiaan dan ketentraman lahir & bathin.

Allah juga mengutus dua malaikat yang selalu menyertainya, agar tidak terjerumus ke dalam

tipu daya setan dan terhindar dari fitnahnya,serta nafsu angkara murka yang dapat membawa

kepada kehancuran dirinya.

Inilah do'anya

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa 'alaa 'aalihi wa sahbihii wa sallam.

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal, wa 'alaa fadlikal-'azimi wa juudila-mu'awwali,

wa hazaa 'aamun jadidun qad aqbala nas'alukal 'ismata fiihi minasy-syaitaani wa auliyaa'ihi

wa junuudihi wal'auna 'alaa haazihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytigaala bimaa yuqarribuni

ilaika zulfa yaa zal-jalaali wal-ikraamin yaa arhamar-raahimiin, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa

wa maulaanaa Muhammadiw wa 'alaa 'aalihi wa ashaabihii wa sallam

Amin yaa rabbal 'alamin

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami

Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.

Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu

yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.

Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan

dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya.

Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak

pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami

kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan

kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya.

Amin yaa rabbal 'alamin

Semoga do'a ini bermanfaat.

Mohon maaf bila ada kesalahan.

DO'A AKHIR TAHUN DAN FADHILAHNYA

Do'a ini hendaknya dibaca tiga kali pada akhir waktu ashar tanggal 29 atau 30 bulan Dzulhijjah.
Fadhilahnya adalah barang siapa membaca do'a ini dalam waktu tersebut maka setan berkata:
"Kesusahanlah bagiku,dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam(manusia) pada tahun ini".

Maka di binasakan lah dengan satu saat saja,sebab membaca do'a ini.
Dan dosa-dosanya di ampuni oleh Allah Ta'ala dalam setahun ini.
Inilah do'anya:
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu 'ala sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa 'alaa aalihi wa sahbihii wa sallam.
Allaahumma maa 'amiltu fi haazihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu fa lam atub minhu wa lam tardahuu
wa lam tansahuu wa halimta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilattaubati minhu
ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astagfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardaahu wa
wa'attani 'alaihis-sawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa zal-jalaali wal ikraam,an tataqabbalahuu
minni wa laa taqta' rajaa'i minkaa yaa kariim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadiw wa 'alaa
'aalihii wa sahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat,padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat YangMaha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang MahaPemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad,keluarga dan sahabatnya.
Amin yaa rabbal 'alamin.

Wednesday, 4 November 2009

PTC Halal atau Haram?

beberapa minggu lalu saya register dengan beberapa PTC, (paid to click) hari demi hari saya menjalankan kegiatan itu dengan sungguh-sungguh, entah dari mana fikiran itu datang? selesai sholat tiba-tiba saya bertanya dalam hati apakah PTC itu halal?

lantas dari mana pertayaan itu ada?
sipel saja saya berfikir..
  • A membayar sejumlah uang untuk 1000 klik di sebuah situs yang menyediakan layanan PTC
  • Pihak PTC membayar para anggotanya untuk mengklik iklan tersebut (anggap saja ada 100 anggota)
  • jika setiap anggota mengklik iklan 1x setiap hari, otomatis 10 hari iklan tersebut habis masa tayangnya ( 100 klik x 10=1000 klik ) itu baru 100 anggota, jika lebih dari itu dan setiap anggota mempunyai referral yang mereka sewa atau beli. Ga' mustahil dalam beberapa hari iklan tersebut habis masa tayangnya.
  • apakah itu cukup adil dan tidak merugikan pihak A sebagai konsumen?
  • apakah hal itu tidak termasuk Money Game?
lalu apa bedanya PTC dengan AdSense?
Lain hal dengan adsense, pihak google menempatkan iklannya di situs/blog para anggota. Dan dalam peraturannya para anggota dilarang mengklik setiap iklan yang berada di dalam situs/blognya sendiri.. kalau itu menurut saya cukup adil. Cz bisa di anggap pihak google menyewa tempat untuk meletakkan iklan di dalam blog/situs para anggota dengan bayaran yang dihitung perklik.

jadi sebenarnya PTC halal atau haram?
saya tidak bisa menfatwakan halal atau haramnya, cz saya bukan seorang ustad atau ulama.. mungkin dari teman-teman ada yang memiliki pengetahuan agama tentang perkara ini.. silahkan memberikan pendapatnya apakah PTC HALAL atau HARAM

ini sangat penting bagi yang mencari uang melalui PTC

bukankah apabila kita memakan makanan dari hasil uang yang haram akan menjadi penyebab di tolaknya doa-doa kita..


Menurut saya PTC itu tidak haram, karena si pemasang iklan juga tahu cara kerja dari PTC sehingga tidak ada pembohongan disini. Lagi pula PTC kebanyakan hanya digunakan para pemilik situs/blog untuk menambah pageview blog/web mereka. Teorinya, semakin banyak pageview atau pengunjung suatu blog maka semakin populer blog/situs tersebut di mata search engine (hberhubungan dengan SEO).

Wednesday, 28 October 2009

Do'aku

Pada awalnya saya bertanya kepada diri sendiri akan smua yang aku alami, aku seorang pengangguran yang bisanya ngrepotin keluarga, tiap hari kerjaannya cuma browsing internet melulu baik chatting, ngeblog, twitteran, facebookan, dll. Apakah yang aku lakuin ini salah??? Aku bodoh, aku tolol cuma menjadi beban keluarga makan ikut orang tua, uang minta orang tua apapun orang tua. Masa depan aku masih cukup panjang dan pasti menikah dan berkeluarga tapi apakah aku akan tetap seperti ini? Hanyalah seorang pengangguran yang sehari-hari bermain internet saja???

Aku ingin mandiri, mencari duit sendiri membuat kedua orang tua aku bahagia tapi aku tak bisa memulainya dari mana? Ya allah berikan aku petunjuk untuk semua ini??? Hanya kepadamu aku meminta dan hanya kepadamulah aku meminta pertolongan. Mudah-mudahan aku di beri petunjuk oleh allah SWT akan semua masalah ini
Ya allah tuhanku yang esa, ampuni segala dosa hamba, dan juga dosa kedua orang tua hamba dan Berilah hambamu kekuatan dan berilah pekerjaan yang layak bagiku ya Allah, dan berilah hambamu ini tetap menjalani ajaranmu yang lurus ya Allah. robbanaa atina fiddun yaa hasanah wafil aa khiroti adza bannar amin....

Saturday, 24 October 2009

Pacaran Beda Agama

Pacaran

Salah satu fase penting dalam sebuah relasi antar laki-laki dengan perempuan, di masa remaja khususnya, adalah fase pacaran. Mengapa penting? Sebab dalam fase ini orang masuk dalam proses penjajagan. Bukan untuk melihat apakah cocok atau tidak. Atau yang lebih sering dipakai, apakan kita jodoh atau bukan dengan pasangan kita.
Dalam pemahaman Kristiani, kita tidak pernah mengenal jodoh. Tuhan tidak menjodohkan orang. Yang kita hayati adalah Tuhan mempersatukan orang dalam ikatan pernikahan. Karena itu, pacaran adalah upaya penjajagan untuk melihat apakah kita mungkin untuk menjalani hidup berumah tangga dengan orang pilihan kita.
Melalui fase pacaran ini kita berupaya untuk mengenal lebih dekat calon pasangan. Latar belakang keluarga, sifat dan kebiasaan, kekuatan dan kelemahan, dan masih banyak lagi. Semua ini harus dilakukan dengan baik dan benar. Sebab pernikahan -- pada gilirannya -- adalah proses yang mesti dilakukan dengan sangat serius. Keseriusan ini mesti kita mulai sejak dini, dan fase pacaran adalah langka awal sebelum kita masuk dalam ikatan pernikahan.
Dengan demikian, kita memang mesti menyadari bahwa yang dimaksud dengan pacaran dalam hal ini bukan sekadar dalam tataran cinta monyet. Fase yang menempatkan relasi pacaran itu sekadar dalam situasi lebih dekat daripada pertemanan biasa. Yang muncul dalam cinta monyet adalah keinginan untuk lebih dekat dengan seseorang, merasa lebih spesial, bisa berbuat lebih jauh yang umumnya ditandai dengan kesenangan berduaan saja. Umurnya tak pernah lebih dari seumur jagung. Belum ditandai dengan kedewasaan berpikir dan bersikap.
Sedangkan yang kita coba soroti saat ini adalah fase pacaran yang serius. Fase yang menempatkan pacaran sebagai salah satu langkah untuk memasuki jenjang pernikahan atau berkeluarga. Sehingga pacaran memang memerlukan pemikiran yang serius.
Teens, tentu saja kamu tak perlu mengernyitkan dahi dan bersiap buat mengajukan protes, dengan mengatakan bahwa kalian masih jauh dari proses pernikahan. Ya, betul. Apa yang dipaparkan di sini adalah sebuah pemikiran awal, sehingga kalian punya sebuah pedoman. Bahwa saat ini kalian mungkin masih di fase cinta monyet, ya nggak apa-apa. Tapi, ketika kalian merasa bahwa relasi kalian semakin serius, makan ingat dab camkanlah, bahwa ada hal-hal yang mesti kalian pertimbangkan dengan cermat.

Peran Agama

Salah satu hal yang mesti kita cermati dengan serius adalah soal agama. Apalagi di Indonesia, yang masyarakatnya menempatkan agama sebagai salah satu pilar penting dalam membangun hidup bermasyarakat. Maka agama tidak pernah bisa disepelekan. Ingatlah beberapa konflik yang muncul di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh agama. Dan ketika konflik ini meletus, maka akibat yang muncul sangat besar. Bukan itu saja, karena konflik yang disebabkan agama, relasi keluarga juga bisa hancur berantakan.
Nah, salah satu tantangan besar dalam hal ini adalah ketika kita jatuh cinta pada orang yang berbeda agama. Umumnya orang akan membela diri dengan mengatakan bahwa cinta itu tidak punya agama. Betul. Cinta itu tidak punya agama, orang tua, saudara, harta atau apa pun juga. Cinta ya cinta, titik. Pembelaan itu masih diikuti dengan pernyataan lain, seperti cinta itu buta, atau kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta misalnya. Dengan mengatakan hal itu orang mau menyampaikan bahwa ia tak berdaya ketika berhadapan dengan cinta. Apalagi kalau yang mengalami hal ini kita sebagai orang Kristen. Bukan tidak mungkin kita akan mengutip ayat Alkitab untuk menegaskan dan mendukung sikap kita. Misalnya kita mengutip Kidung Agung 8:6, karena cinta kuat seperti maut. Begitu kuatnya sampai-sampai kita tak mampu lagi berpikir dengan jernih. Kalau sudah begini, makan kita akan melakukan apa saja demi nama cinta. Semua prinsip bisa kita langgar. Yang penting keinginan kita terlaksana. Teens, yang seperti itu tidak boleh terjadi. Cinta memang buta. Tapi jangan pernah dibutakan oleh cinta. Tuhan sudah memberikan akal budi kepada setiap manusia. Harus digunakan secara optimal.
Dalam berpacaran, konflik menjadi bagian yang tak mungkin dihilangkan. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan setiap konflik yang ada. Beda agama bisa menjadi salah satu sumber konflik dalam pacaran. Padahal peran agama dalam pacaran tidak boleh menjadi salah satu sumber konflik. Sebaliknya, agama mestinya membuat proses pacaran kita berjalan dengan baik.
Agama mesti berperan sebagai salah satu perekat bukan pemecah. Namun, kita mesti realistis bahwa setiap agama memiliki perbedaan dengan agama lain. Mempersatukan setiap perbedaan bukan saja sulit, tapi hampir mustahil. Karena itu berpacaran beda agama mesti dihindari. Terlalu besar pertaruhannya. agaimana kita menghindari pacaran beda agama?
Sederhana saja. Ada 2 hal yang bisa kita lakukan. Satu, perbanyak pergaulan dengan teman-teman yang seagama. Dua, bersikap kritis dengan perasaan kita. Pada saat kalian merasa jatuh cinta dengan teman kalian yang berbeda agama, kalian mesti berpikir lebih kritis atas perasaan tersebut. Dan sejak awal, kalian mesti berani untuk berkata TIDAK atas perasaan itu.

Sudah Terlanjur

Bagaimana kalau sudah terlanjur? Pertanyaan ini sangat mungkin muncul. Mungkin kalian merasa seolah semua buntu. Tidak. Seperti sudah dipaparkan di atas, pacaran adalah salah satu fase saja yang mesti kita lalui. Dalam pacaran belum ada ikatan yang formal. Karena itu, masih mungkin buat kita perbaiki.
Jadi buat kalian yang sudah terlanjur, kami menganjurkan untuk mengakhiri relasi pacaran kalian, dan melanjutkannya dalam hubungan pertemanan biasa. Tak perlu merasa kiamat dan putus asa berlebihan. Pikirkanlah masa depan kalian.
Tentu saja ketika kalian mau mengakhiri relasi tersebut, mesti dibicarakan dengan tenang dan hati-hati. Bukan dengan buru-buru apalagi disertai emosi. Semua ini untuk menghindari kemungkinan munculnya salah paham.

Akhirnya

Nah Teens, semoga kalian bisa melihat betapa pentingnya pacaran yang baik. Salah satu cirinya adalah ketika kalian tidak berpacaran dengan orang yang berbeda agama. Ini memang tidak mudah, namun mesti kalian jalani.
Karena itu, akan lebih baik juga bila kalian tidak buru-buru buat pacaran. Tenang saja, tak perlu terpengaruh oleh mereka yang sudah berpacaran, tak perlu merasa malu bila belum berpacaran, tak perlu juga merasa tak laku. Ingatlah bahwa pacaran adalah salah satu fase, jadi pasti kalian akan melewatinya. Jika kalian memasuki masa pacaran pada waktu yang tepat, makan kalian akan dapat mempertimbangkan semua hal penting dengan baik.
Kalau hal itu bisa kalian lakukan, maka kami percaya proses pacaran kalian juga akan berjalan dengan baik. Kalaupun muncul konflik, maka itu bukan pada hal-hal yang mendasar, seperti agama, namun lebih pada upaya untuk mencari keselarasan. Dan dengan proses tersebut, kami juga percaya kalian pada akhirnya bisa menjadikan pacaran sebagai salah satu persiapan untuk masuk dalam ikatan yang lebih kokoh.
Last but not least, satu jargon di masa lalu yang kami kira masih relevan sampai sekarang : sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna. Selanjutnya, terserah anda :)

Pdt. Jan Calvin Pindo
sumber : Teens For Christ no. 39

Jangan Tangisi Apa yang Bukan Milikmu

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.
Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum : harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah SWT, hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa kita miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Al-Hadid : 22-23).

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah : Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan firman dari Allah : "… Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216).

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya : hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

Wallahu'alam Bishawab.
Moga ada guna dan mamfaatnya.

Wass. wr.Wb

Tuesday, 8 September 2009

Istilah Kata Di Bulan Ramadhan

Kalau ini adalah istilah-istilah yang pernah saya dapat dan kerap dipakai selama bulan Ramadhan berlangsung...Wah, waktu kecil dulu seru banget menggunakan istilah-istilah ini.. Mokel : Dalam bahasa Jawa (entah dialek mana, yang pasti saya suka pakai), mokel artinya adalah makan diam-diam selama berpuasa. Jadi, manakala puasa dan perut sudah tak tertahankan lagi sampai berdemo, kemudian tenggorokan serasa bagai dibakar, tiada jalan lain ditambah bisikan nafsu untuk batalkan puasa diam-diam...apa dengan curi-curi makan, atau pergi ke warung-warung yang selama puasa ditutup kain, tapi tetep kaki-kaki yang tidak puasa kelihatan. Hehehehehe... Mokel juga bisa dilakukan dikamar mandi dengan cara 'slulup' alias sambil menyelam minum air, atau nadahin mulut pas hujan... Biasanya pelakunyapun sering bekerja diluar ataupun anak-anak kecil yang masih belum kuat puasa penuh. Poso (o dibaca seperti kata 'polos') Bisa berarti akronim dari noPO-nopo kerSO yang artinya apa-apa suka....tahu sendiri kan? Poso bedhug Kalau istilah ini dipakai buat anak-anak yang baru belajar puasa. Mereka berpuasa, tapi sampai azan Dhuhur saja. Dan begitu terdengar azan atau bedug penanda sholat Dhuhur, berarti sudah saatnya menghentikan puasa dan berbuka. Wah, kalau orang dewasa sehat begini, keterlaluan banget...hehehehee...Poso sapi Ini akronim dari poso 'mari mangan diusapi' (habis makan diusap), alias diam-diam makan (mokel) dan segera mengusap mulutnya dengan tangan sebelum ketahuan orang lain, agar kelihatan berpuasa...hayooo, siapa yang pernah ngelakuin? Patrol Biasanya dilakukan untuk membangunkan orang agar sahur. Keliling dengan alat musik dari bambu, kaleng cat atau bahkan botol aqua galon. Aktivitas ini sangat menyenangkan, karena sering dapat rejeki karena membangunkan orang sahur...sahuuuurrr....sahurrrrrr...... NgabuburitIstilah trendi yang dari bahasa Sunda, artinya kurang lebih menghabiskan waktu, dan dalam puasa ini sambil menunggu berbuka puasa. Kata-kata ini sangat familier dengan kehidupan sehari-hari saya. Dan pasti akan bertebaran lagi pada saat puasa... Yuk yaaa..

Monday, 31 August 2009

FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN ?


Kita sering mendengar istilah “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Namun rupanya tidak banyak yang tahu darimana istilah ini berasal, dan apa makna sebenarnya dari kalimat tersebut. Pokoknya asal pakai saja, dan ngaku-ngaku itu ajaran Islam, karena kalimat tersebut ‘kelihatannya’ berasal dari Al Qur’an.

Dalam bahasa sehari-hari kata ‘fitnah’ diartikan sebagai penisbatan atau tuduhan suatu perbuatan kepada orang lain, dimana sebenarnya orang yang dituduh tersebut tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Maka perilaku tersebut disebut memfitnah. Tapi apakah makna ‘fitnah’ yang dimaksud di dalam Al Qur’an itu seperti yang disebutkan itu? Mari kita telaah.

Di dalam Al Qur’an surat Al Baqoroh (2) ayat 191 tercantum kalimat “Wal fitnatu asyaddu minal qotli….” yang artinya “Dan fitnah itu lebih sangat (dosanya) daripada pembunuhan..”. Imam Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa Imam Abul ‘Aliyah, Mujahid, Said bin Jubair, Ikrimah, Al Hasan, Qotadah, Ad Dhohak, dan Rabi’ ibn Anas mengartikan “Fitnah” ini dengan makna “Syirik”. Jadi Syirik itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan.

Ayat tersebut turun berkaitan dengan haramnya membunuh di Masjidil Haram, namun hal tersebut diijinkan bagi Rasulullah saw manakala beliau memerangi kemusyrikan yang ada di sana. Sebagaimana diketahui, di Baitullah saat Rasulullah saw diutus terdapat ratusan berhala besar dan kecil. Rasulullah diutus untuk menghancurkan semuanya itu. Puncaknya adalah saat Fathu Makkah, dimana Rasulullah saw mengerahkan seluruh pasukan muslimin untuk memerangi orang-orang musyrik yang ada di Makkah.

Kemudian juga di surat Al Baqoroh (2) ayat 217, disebutkan “Wal fitnatu akbaru minal qotli…” yang artinya “Fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan..”. Ayat ini turun ketika ada seorang musyrik yang dibunuh oleh muslimin di bulan haram, yakni Rajab. Muslimin menyangka saat itu masih bulan Jumadil Akhir. Sebagaimana diketahui, adalah haram atau dilarang seseorang itu membunuh dan berperang di bulan haram, yakni bulan Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Melihat salah seorang kawan mereka dibunuh, kaum musyrikin memprotes dan mendakwakan bahwa Muhammad telah menodai bulan haram. Maka turunlah ayat yang menjelaskan bahwa kemusyrikan dan kekafiran penduduk Makkah yang menyebabkan mereka mengusir muslimin dan menghalangi muslimin untuk beribadah di Baitullah itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan yang dilakukan oleh orang-orang beriman.

Tak ada satupun ayat di dalam Al Qur’an yang mengartikan kata “fitnah” dengan arti sebagaimana yang dipahami oleh orang Indonesia, yakni menuduhkan satu perbuatan yang tidak dilakukan oleh orang yang dituduh. Kata ‘fitnah’ di dalam Al Qur’an memang mengandung makna yang beragam sesuai konteks kalimatnya. Ada yang bermakna bala bencana, ujian, cobaan, musibah, kemusyrikan, kekafiran, dan lain sebagainya. Maka memaknai kata ‘fitnah’ haruslah dipahami secara keseluruhan dari latar belakang turunnya ayat dan konteks kalimat , dengan memperhatikan pemahaman ulama tafsir terhadap kata tersebut.

Memaknai kata-kata di dalam Al Qur’an dengan memenggalnya menjadi pengertian yang sepotong-sepotong serta meninggalkan makna keseluruhan ayat, hanya akan menghasilkan pemahaman yang melenceng dan keliru akan isi Kitabullah. Dan itulah yang dilakukan oleh orang-orang yang hendak menyalahgunakan Kitabullah demi mengesahkan segala perilakunya. Dan ini juga dilakukan oleh orang-orang yang hendak menyelewengkan makna Al Qur’an dari pengertian yang sebenarnya

Thursday, 27 August 2009

Tips Cara Menghilangkan Penyakit Hati - Iri, Dengki, Fitnah, Hasut, Prasangka Buruk, Berkhianat, Dll

Berbagai jenis-jenis atau macam-macam penyakit hati telah dijelaskan pada tulisan / artikel lalu seperti iri hati, dengki, hasud, su udzon, khianat, dan lain sebagainya. Penyakit-penyakit ini apabila tidak ditangani dan ditanggulangi dengan baik bisa berakibat buruk pada diri kita. Seperti halnya sakit pada organ tubuh / fisik kita, penyakit hati yang berupa sifat perilaku buruk bisa diobati / disembuhkan dengan obat hati.

Berikut ini adalah beberapa obat untuk menyembuhkan penyakit hati kita jika kita mau berupaya untuk melaksanakannya:

1. Tidak Banyak Bicara

Terlalu banyak bicara dapat membuat hati kita menjadi keras. Berbicaralah yang tidak penting secukupnya dan hindari menjadi orang yang omong besar, omdo / omong doang, pembual, tukang bohong, ghibah, ngerumpi, dan lain sebagainya. Banyak bicara dalam kebaikan boleh-boleh saja seperti untuk mengajar, petugas pelayanan, ngobrol biasa dengan teman, tetangga, keluarga, dan lain sebagainya. Ramadhan adalah tempat yg terbaik untuk melakukan hal tersebut semoga berlanjut sampe bulan2 selanjutnya... Amin.

2. Menjaga Emosi Dan Nafsu

Emosi dapat membuat hidup menjadi tidak tenang. Oleh karena itu kita sebaiknya selalu menjaga emosi kita agar tidak menjurus ke penyakit hati. Beberapa contoh nafsu yang harus kita tundukkan antara lain seperti nafsu akan harta, nafsu seks, nafsu makan, nafsu jabatan, nafsu marah, nafsu mewujudkan impian, dan lain sebagainya. Salah satu cara untuk melatih emosi dan nafsu kita adalah dengan melakukan ibadah puasa, baik puasa sunah maupun puasa wajib ramadhan.

3. Selalu Mengingat Allah SWT

Ada beberapa cara untuk dapat selalu mengingat Allah SWT yaitu seperti dengan rajin sholat baik sholat wajib lima waktu, shalat tahajud, sholat dhuha, solat malam, dan lain-lain. Selain itu zikir, doa dan mengaji atau membaca al-qur'an juga dapat menghindarkan kita dari penyakit hati. Diharapkan dari mengingat Allah SWT kita menjadi takut atas ancaman Allah SWT jika kita melakukan dosa yang disebabkan oleh penyakit hati dan perbuatan maksiat.

4. Bergaul Dengan Orang Saleh / Soleh

Dengan berteman dengan orang-orang yang penuh dengan penyakit hati hanya akan menulari kita dengan penyakit-penyakit itu sehingga kita akan semakin jauh dari Allah. Salah pergaulan juga dapat menambah dosa akibat perbuatan maksiat yang baik disadari atau tidak telah kita lakukan. Lain hal apabila kita bergaul dengan orang shaleh yang selalu menjaga dan membatasi diri dalam pergaulan agar mereka tidak terjerumus dalam maksiat.

Semoga anda selalu terhindar dari penyakit hati, serta masalah yang disebabkan olehnya AMin Allohuma Amin.

Thursday, 6 August 2009

Puasa Sebentar Lagi… Siapin Duitnya


Beberapa minggu lagi puasa menjelang. Bulan suci yang dinanti-nantikan oleh ummat muslim sedunia. Di Indonesia sendiri, bulan puasa sudah bercampur dengan tradisi sehingga penyambutannya bisa dipastikan meriah.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya malah gelisah menjelang puasa ini. Rasanya saya kehilangan esensi bulan puasa. Lihat saja, televisi nasional sekarang sudah mengiklankan berbagai tayangan menyambut ramadhan dengan CINTA FITRI dan MANOHARA. Ples sinetron-sintreon lain yang bernuansa ‘religius’.

Satu lagi kegelisahan saya yang lain. Mungkin kegelisahan seorang calon ibu yang mencoba menyelami perasaan ibu-ibu sebagai menteri keuangan alias bendahara rumah tangga. Kecemasan harga-harga sembako dan bahan pangan akan kembali melonjak seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal, adalah kebahagiaan seorang ibu jika telah menyajikan yang terbaik bagi keluarganya.

Tidak mengerti saya, mengapa setiap menjelang bulan puasa dan bulan puasa itu sendiri, harga sembako dan bahan pangan lain melonjak. Justru logikanya, puasa adalah masa ketika kita mengurangi konsumsi (makanan), tetapi rupanya pada masa itu justru permintaan (konsumsi) meningkat.

Ketika bulan puasa menjadi kehilangan esensinya, maka bagi saya, segala tradisi itu menjadi hipokrit. Dan kegelisahan ini biasanya makin menjadi mendekati lebaran.

Ah, entahlah…

Harga-harga yang membubung naik, memaknai puasa dan lebaran dengan konsumsi berlebihan, tayangan di televisi yang hipokrit dan semakin komersil, kelakuan elit pemerintahan a.k.a pemimpin yang tidak pantas dijadikan suri tauladan, kelakuan grass root yang juga bikin mengurut dada…

Thursday, 16 July 2009

Semua Tentang Cintaku

Ya Allah, yang
membolak-balikkan
hatiku

Selama ini aku tak
pernah tahu
bagaimana rasanya
mencinta dan dicinta

Namun aku
berharap,bila cinta
hadir menyapaku

Aku tak akan pernah
kehilangan engkau di
sisiku...

Ya Allah selama ini aku
hanya bisa berharap,

Semoga bisa mencintai
orang yang memiliki
cinta yang luar biasa
kepadaMU..

Ya Allah selama ini aku
juga berharap

semoga bisa dicintai
oleh orang yang bisa
mengarahkanq
menuju keridhoanMU..

Pintaku ya Allah,ijinkan
aku memiliki rasa itu,

Ijinkan aku memiliki
seseorang yang dapat
pelihara rasa itu dihatiku

Sebagai penyejuk hati
dikala aku resah,

Sebagai teman berbagi
dikala aku gundah dan
bahagia menerima
anugerahMU..

Ya Allah berikanlah
kehalalan bagiku tuk
mereguk secercah
harapan cinta itu..

Hingga ia menjadi indah
di dada dan di kalbuku..

Dan aku mohon,

Ya Allah janganlah
Engkau biarkan rasa
itu mengurangi rasa
cintaku kepadaMU

Dan sedetikpun aku
melalaikan diriMU..

Karena hanya
Engkaulah cinta
pertama dan yang
utama

Friday, 19 June 2009

Hidup sehat Rasulullah SAW

Rasulullah saw selalu mengajak umatnya bangun sebelum subuh, beliau bersabda,"dua rakaat sebelum subuh adalah lebih baik dari pada dunia dan isinya".
Kesegaran udara pagi memberi terapi TBC, karena banyak mengandung zat asam. Memperkuat pikiran,dan menyehatkan perasaan.Rasulullah saw selalu nampak bersih dan rapi, meskipun pakaian yang beliau miliki tidak lebih dari dua salinan. Setiap hari kamis ataupun jumat beliau selalu memotong kuku,merapikan rambut dan memakai minyak wangi.Gigi beliau selalu nampak putih karena seringnya bersiwak.
Rasulullah saw tidak pernah makan banyak, beliau hanya makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang.
Rasulullah saw suka berjalan kaki ke masjid, ke medan perang, ke pasar ataupun kerumah sahabat-sahabatnya. Dengan berjalan kaki pori-pori akan terbuka, melancarkan peredaran darah, ini penting untuk mencegah penyakit jantung.
Beliau adalah orang yang sangat sabar, selalu optimis, tidak pernah berputus asa.Beliau sangat murah senyum, selalu bisa menyenangkan hati siapa yang di temuinya, ini juga sebagai obat untuk menepis dan menghilangkan rasa iri-dengki kepada orang lain.

Wednesday, 3 June 2009

Untuk mu Wanita


TUTUPLAH AURATMU WAHAI WANITA

Islam agama merupakan agama yang sangat mulia, Islamlah yang mengangkat derajat manusia ia memuliakan manusia dengan mewajibkan para wanita untuk menutup auratnya agar selalu mulia wanita itu, dan terjaga kerhormatannya.
Namun banyak wanita yang tidak sadar akan hal ini, temggelam dalam nikmat dunia yang sementara.Ia katakan dirinya islam, namun ia tak mau tahu dengan perintah Islam. Jelas sudah tertulis pada Al-qur'an sebagai pedoman hidup kita dalam surah Al-Ahzab : 59, yang artinya :
" Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak mu dan istri orang-orang mukmin : hendaklah mereka megulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah mahapengampun lagi maha penyayang ."
Sekarang banyak wanita yang tidak mengenal kemuliaan, kehormatan dan kesucian dirinya shingga menjadi wanita yang tidak bermartabat tanpa ada perasaan risih maupun malu.
Ingatlah wahai wanita, bahwa sesungguhnya penghuni neraka paling banyak adalah di golonganmu, sebagai mana sabda Rasul :
"Dua oang dari penghuni neraka yang belum aku pernah melihatnya, seorang kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi dengannya mereka memukuli manusia dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang berjalan berlenggak-lenggok, kepada mereka laksana punuk onta miring mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapat baunya. Dan sesungguhnya bau surga bisa dicium dari jarak sekian sampai sekian."
Banyak pula wanita yang menganggap buka-bukaan dan pamer keindahan tubuh merupakan peradaban modern dan budaya maju. Apa yang sudah terjadi ? sudahkah dunia terbalik sehingga kehidupan yang suci dianggap aib, kehidupan yang terhormat dianggap sikap yang memelukan, kebaikan dianggap keburukan dan cahaya dianggap kegelapan ?
Wahai saudaraku, mari kita bertaubat dan ikutilah perintah Allah dan tundukkanlah pandanganmu dari segala sesuatu yang diharamkan dalam rangka menaati firman Tuhanmu : AN-Nur : 31 yang artinya :
" Jagalah diri kita dari keburukan, jauhkan diri kita dari zina, sesungguhnya lisan berzina dan mata juga berzina."
Sebagaimana sabda Rasulullah:
" Segeralah dalam kebaikan, agar tak tersisa rasa menyesal karena kematian akan datang secara tiba-tiba tanpa janji dan masuk tanpa izin."
Sebagai mana firman Allah dalam surah Luqman : 34 yang artinya :
" Mari bertaubat selagi pintu taubat masih terbuka lebar."

Wahai wanita muslimah.... Mari kita menutup aurat kita.... tunjukkan pada semua bahwa kita adalah wanita muslimah yang taat dan tau aturan agama.